Beranda > Puisi > Lingkaran Keemasan

Lingkaran Keemasan


Ternyata tak pernah semudah yang aku bayangkan.
Menata hari demi hari dengan kesabaran..
Hingga datang kesadaran akan waktu yang terus mengalun,
Mengingatkan… menegur dan selalu membangunkan.
Hingga aku sulit untuk tertidur, bahkan meski hanya dalam angan.

Yang ku inginkan telah aku pasrahkan.
Tak mungkin Tuhan mencipta harapan hanya untuk ditangisi
Pastilah ada sesuatu yang akan mengisi
Namun keberadaannya tak pernah ku temui…
Entah di mata atau di hati..

Tiba-tiba aku hanya menjadi penari
Yang mengawasi pesona
Pemain yang selalu dicadangkan
Pemimpin yang diabaikan
Pendosa yang melenggok dengan sempurna.

Besar dan mengecil…
Ingat lalu terlupa,
Seperti cermin yang hanya selalu diperhatikan refleksi di dalamnya.
Seolah tak pernah ada… menjadi perantara tak bermakna.
Hingga mereka puas mempercantik diri lalu pergi.

Adakah hati yang akan tercuri
Oleh nyanyian kesendirian
Bersenandung lembut membuat harapan
Menyatukan serpihan, menguatkan niat
Menyematkan lingkaran keemasan

Categories: Puisi
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.